Minggu, 08 Maret 2015

Bible Oh Bible Kemana Ayat Ayatmu???

PENELITIAN 74 PAKAR ALKITAB
Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli, artinya sebanyak 82% ayat bibel itu PALSU!!!

namun Dr. Robert W. Funk dan 74 pakar alkitab itu di pecat.

Alkitab Reader Digest terbit lebih tipis dan ringkas dari Alkitab standar umum. Dalam Alkitab ini, kitab perjanjian Baru diringkas 50 persen, sedangkan dan perjanjian Lama diringkas 25 persen.

Bahkan dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament?, jumlah ayatnya berkurang belasan ribu ayat dibanding Alkitab standar Protestan (Revised Standard Version, King James Version, New International Version, Tyndale Bible, Zonderfan Bible) maupun standar Katolik (Revised Standard Version Catholic Edition, New American Bible, dan New Jerusalem Bible).

Dalam Alkitab yang diterbitkan oleh Deutsche Biblestifung Stuttgart, Germany tahun 1978 ini, terdapat lebih kurang 18.666 ayat dari ratusan pasal yang hilang. Jumlah ini cukup mencengangkan, karena berarti tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur?an.

Bagian 2
Dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament? terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat.(Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.1 . Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.

Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.

Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.

Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.

Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.

Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:
Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.

DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB
imageNo Nama Kitab Jumlah
01. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose) 391
02. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) 539
03. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) 764
04. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose) 1,057
05. Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose) 698
06. Kitab Yosua (Das Buch Josua) 528
07. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern) 386
08. Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel) 304
09. Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel) 363
10. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen) 375
11. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen) 343
12. Kitab Tawarikh I 891
13. Kitab Tawarikh II 822
14. Kitab Ezra (Das Buch Esra) 125
15. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia) 289
16. Kitab Ester 167
17. Kitab Ayub (Das Buch Ijob) 672
18. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) 1,830
19. Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) 704
20 Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet) 100
21. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied) 31
22. Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya) 687
23. Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia) 869
24. Kitab Ratapan 154
25. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) 871
26. Kitab Daniel (Das Buch Daniel) 219
27. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea) 128
28. Kitab Yoel (Der Prophet Joel) 16
29. Kitab Amos (Der Prophet amos) 14
30. Kitab Obaja 21
31. Kitab Mikha (Der Prophet Micha) 46
32. Kitab Nahum 47
33. Kitab Habakuk 56
34. Kitab Zefanya 53
35. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai) 14
36. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja) 115
37. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi) 36
38. Kitab Tobit (Das Buch Tobit) 85
39. Kitab Yudit 339
40. Tambahan Ester 91
41. Kebijakan Salomo 435
42. Kitab Sirakh 1,401
43. Barukh 213
44. Tambahan Kitab Daniel 196
45. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer) 757
46. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer) 424

Jumlah ayat yang hilang 18,666 ayat

CATATAN :

Robert W Funk

Ia mendirikan The Jesus Seminar pada tahun 1985.
Sampai kematiannya pada bulan September 2005, Dr Funk adalah Direktur Institut Westar.
Selain menjadi seorang sarjana, guru, dan ahli bahasa berbakat,
Dr Funk telah menulis lebih dari selusin buku, antara lain :

The Five Gospels: The Search for the Authentic Words of Jesus

Sejarah Santa Clause dan Pohon Natal


Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohiimi.. 

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan 
memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut 
agama Pagan kuno, pohon itu disebut “Mistletoe” 
yang dipakai pada saat perayaan musim panas, 
karena mereka harus memberikan persembahan suci 
kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat 
penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon 
itu merupakan awal acara di malam hari, yang 
dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas- 
puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan 
untuk memperingati kematian “Matahari Tua” dan 
kelahiran “Matahari Baru” di musim panas 

Rangkaian bunga suci yang disebut “Holly Berries” 
juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. 
Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai 
wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan 
lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah 
kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda 
penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser 
menempati angkasa sebelah selatan. 

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut: 
“The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of 
pre-Christian times.” 
“Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang 
pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam 
Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen.” 

Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh 
Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa: 
“The use of Christmas wreath is believed by authorities 
to be traceable to the pagan customs of decorating 
buildings and places of worship at the feast which took 
place at the same time as Christmas. The Christmas 
tree is from Egypt, and its origin date from a period 
long anterior to the Christian Era.” ARTINYA; 
“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan 
dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang 
menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang 
waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. 
Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir 
Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya 
agama Kristen.” 

Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari 
paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas 
ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama 
“Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat 
Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, 
volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang 
berbunyi sebagai berikut: 
“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the 
Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of 
his surreptitious bestowal of dowries on the three 
daughters of an improverrished citizen… is said to have 
originated the old custom of giving presents in secret 
on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently 
transferred to Christmas day. Hence the association of 
Christmas with Santa Claus…” 
ARTINYA: 
“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang 
amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani 
dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini 
berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan 
hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak 
wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama 
dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu 
digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya 
tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…” 

Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua 
menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di 
saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak 
dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di 
saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, 
ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal 
kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan 
hanyalah mitos atau dongeng belaka? 

Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa 
tertipu, dan mereka pun mengatakan: 
“Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus 
Kristus!” 
Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan 
kebohongan kepada anak-anak? Padahal Tuhan 
sudah mengatakan: 
“Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang 
menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah 
ke jalan kematian dan kesesatan.” 
Oleh karena itu, upacara “Si Santa Tua” itu juga 
merupakan Setan. 

Di dalam bible telah dijelaskan sebagai berikut: 
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun 
menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah 
hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar 
sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan 
mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (II 
Korintus 11:14) 

Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi 
dapatlah diambil kesimpulan, bahwa perayaan Natal 
atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang 
sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah 
berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno 
Babilonia ribuan tahun yang lampau. 

KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL 

Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau 
mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak- 
bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat 
mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. 
Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada 
kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut: 
“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah 
bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda- 
tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar 
terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa 
adalah kesia-siaan.” 

“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang 
dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan 
tukang kayu? 

Orang memperindahnya dengan emas dan perak; 
orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya 
jangan goyang.” 

Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon 
Natal. Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa- 
bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan 
perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat 
kelima dijelaskan bahwa: 
“Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus 
mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri.” 
“Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat 
berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik.” 
Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. 
Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang 
melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada 
larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika 
telah membacanya, apa yang harus dikatakan???

Kristen Harus Tahu: Menyanyi Bukanlah Menyembah!


Menyanyi adalah kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dalam setiap kegiatan-kegiatan ibadah umat Kristen, baik di Gereja, biara, atau kegiatan ibadah yang diselenggarakan di rumah-rumah. Itu sebabnya, jika kita perhatikan, tidak ada orang Kristen yang tidak pandai bernyanyi, bahkan sebagian dari mereka berhasil menjadi musisi top Indonesia atau bahkan dunia. Lirik dari nyanyian-nyanyian rohani Kristen berisi puji-pujian kepada Tuhan, Tetapi sayangnya, nyanyian yang berisi puji-pujian kepada Tuhan itu oleh sebagian jemaat Gereja terkadang dilakukan dengan cara yang tidak pantas, seperti bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak layaknya di club malam.

Selain masalah di atas, ada masalah lebih besar yang ingin saya sampaikan, yaitu tentang bagaimana orang-orang Kristen menyembah Tuhan mereka. Mungkin anda pernah membaca artikel sebuah blog yang berjudul “Umat Kristen Tidak Pernah Menyembah Tuhan”, namun saya tidak akan membahas ulang, di sini saya akan membahas bagaimana seharusnya umat Kristen menyembah Tuhan menurut dasar ayat-ayat Bible, ini sekaligus dapat menjadi bahan tambahan bagi artikel-artikel serupa. Selama ini umat kristen sudah merasa menyembah Tuhan dengan cara bernyanyi dan itu sudah cukup bagi mereka. Namun tanpa mereka ketahui, cara menyembah yang mereka lakukan adalah salah menurut Bible, karena dalam Bible Perjanjian Lama nyanyian dimaksudkan hanya untuk memuji Tuhan, bukan untuk menyembah. Jadi nyanyian menurut Bible Perjanjian Lama adalah cara memuji Tuhan bukan cara penyembahan, kalau dalam agama Islam mungkin sama dengan zikir. 

Lalu bagaimana dengan penyembahan dalam Bible? Penyembahan dalam Bible Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru selalu dilakukan dengan cara bersujud, sujud menyembah kepada Tuhan atau sujud menyembah manusia sebagai bentuk penghormatan, ini dapat dilihat dari banyaknya ayat-ayat Bible yang selalu mengaitkan kata “sujud” dengan kata “menyembah”, sebagian ayat-ayat yang saya maksud di antaranya adalah;

Perjanjian Lama

Kejadian 24:26 Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN,

Kejadian 24:48 Kemudian berlututlah aku dan sujud menyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil anak perempuan saudara tuanku ini bagi anaknya. 

Kejadian 24:52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.

Keluaran 4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Keluaran 12:27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.

Keluaran 24:1 Berfirmanlah Ia kepada Musa: "Naiklah menghadap TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.

Imamat 9:24 Dan keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

1Samuel 1:3 Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.

2Samuel 12:20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

Perjanjian Baru

Matius 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Lukas 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Yohanes 9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

1Korintus 14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."

Wahyu 15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Itulah bukti bahwa penyembahan kepada Tuhan selalu dilakukan dengan cara bersujud, mulai dari nabi Ibraham dalam Perjanjian Lama sampai dengan Kristen awal dalam Perjanjian Baru. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan orang-orang Kristen meninggalkan penyembahan dengan cara bersujud, tetapi yang jelas, masih ada denominasi Kristen yang masih mempertahankan sujud menjadi bagian dari liturki ibadah mereka, yaitu Kisten Orthodox. Tidak ada kursi pada ruang ibadah Gereja Orthodox (lihat gambar samping), hal ini dikarenakan ada gerakan sujud yang dilakukan oleh umat ditengah-tengah liturgi ibadah.Namun pada perkembangan selanjutnya, beberapa Gereja Orthodox telah mulai menggunakan sarana kursi misalnya Gereja Orthodox Konstantinopel dan meniadakan gerakan-gerakan sujud dalam liturgi ibadah (Gereja Orthodox lainnya, termasuk Orthodox Rusia masih melestarikan budaya gerakan sujud dalam liturgi Gereja sampai saat ini --tahun 2010--). Sembahyang dalam Gereja Orthodox bukan merupakan hukum/syariah seperti pada Islam, jika pada Islam melalaikan sembahyang adalah dosa, maka hal itu tidak berlaku pada sembahyang Gereja Orthodox. Makna Sembahyang Gereja Orthodox adalah suatu bentuk kesalehan pribadi dalam wujud mengasihi Allah dan intensi pribadi untuk lebih mendekat kepada Allah. Sembahyang dalam Gereja Orthodox ini juga bukan bentuk doa (ada bentuk doa sendiri) melainkan ibadah harian secara pribadi yang tidak disertai dengan Sakramental (Ekaristi). Sembahyang dalam Gereja Orthodox memiliki Kiblat ke Arah Timur (dimanapun berada), sebagaimana Bait Allah dalam Perjanjian Lama menghadap ke Timur, demikian juga pada Perjanjian Baru umat percaya yang adalah Bait Allah menghadap ke Timur sebagai simbolik pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua (Sembahyang Kiblat ke Timur ini dianggap salah dalam kacamata Perjanjian Lama yang adalah Tipologi Perjanjian Baru).

Oleh karena sembahyang dengan cara bersujud tidak dianggap sebagai sebuah kewajiban, maka gereja-gereja Orthodox suatu saat tidak akan ada lagi yang sembahyang menyembah Tuhan dengan cara bersujud. Mungkin alasan inilah yang membuat gereja-gereja lainnya seperti gereja Katolik dan gereja Protestan tidak tidak lagi melakukan sujud ditengah-tengah liturginya. 

SALAM BAGI KAUM MENGIKUTI PETUNJUK

DUSTA DOGMA PENEBUSAN DOSA


DOGMA PENEBUSAN DOSA

Salahsatu yang paling istimewa dalam ajaran kristen adalah adanya jaminan penebusan dosa. Ini tentang sebuah dogma yang menyebutkan; barangsiapa percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka dijamin ia akan masuk sorga. Ajaran kristen menjamin bahwa siapa pun yang mengakui hal itu, maka seperti sulap, secara otomatis dosa-dosanya telah terhapus!



Dalam tradisi dan kepercayaan Yahudi, cara menebus dosa adalah melalui pengorbanan (biasanya dengan hewan kurban). Tapi menurut ajaran kristen, kini semua itu sudah tak perlu lagi, sebab sudah digantikan oleh Yesus Kristus yang menjadikan dirinya sebagai korban penebus dosa bagi seluruh umat manusia.



Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa ayat yang berhubungan dengan dogma penebusan dosa menurut ajaran kristen.



PERHAMBAAN HUKUM TAURAT

[Galatia 4:5] Maksudnya ialah supaya Ia dapat menebus setiap orang yang berada di bawah hukum Taurat dan supaya kita memperoleh hak sebagai anak.



KUTUK HUKUM TAURAT

[Galatia 3:13] Al Masih sudah menebus kita dari laknat hukum Taurat, yaitu dengan menjadi penanggung laknat menggantikan kita — karena sudah tersurat, “Setiap orang yang digantung pada kayu salib adalah orang yang terlaknat.”



KUASA DOSA

[Roma 6:18, 22]

[6:18] Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

[6:22] Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa l dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.



SEGALA KESUKARAN

Mazmur 25:22] Ya Allah, tebuslah orang Israil dari segala kesesakannya.



SEGALA KESALAHAN

[Mazmur 130:8] Dialah yang akan menebus Israil dari segala kesalahannya.



[Titus 2:14] Isa Al Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik.



DUNIA JAHAT SEKARANG

[Galatia 1:4] yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita supaya kita dilepaskan dari zaman yang jahat ini, sesuai dengan kehendak Allah, Sang Bapa kita.



CARA HIDUP YANG SIA-SIA

[1 Petrus 1:18] Kamu tahu bahwa kamu sudah ditebus dari kehidupanmu yang sia-sia, yang diturunkan oleh nenek moyangmu kepadamu. Ia menebus kamu bukan dengan barang-barang yang akan binasa seperti emas atau perak,



TANGAN MUSUH

[Mazmur 106:10] Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh;



KEBINASAAN

Mazmur 103:4] Dia yang menebus nyawamu dari kebinasaan, dan yang memahkotaimu dengan kasih abadi dan rahmat.



Dalam iman kristen mereka percaya bahwa dosa manusia telah ditebus oleh Yesus di tiang salib, sedangkan dalam alkitab kita pun akan menjumpai berita bahwa barangsiapa yang tersalib di tiang kayu maka ia adalah orang yang terkutuk.



[Galatia 3:13] “Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”



Selain itu, Yesus sendiri juga dicela oleh penyamun atau dengan kata lain orang jahat pun mencela Yesus,



[Matius 27:44] Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia pun mencela-Nya.



Bagaimana umat kristen dapat dengan khidmat menerima kenyataannya bahwa Yesus, Tuhan yang mereka sembah adalah orang yang terkutuk karena disalib, bahkan dicela oleh penjahat? Jika memang hanya untuk penebusan dosa saja Tuhan harus seperti diperlakukan seperti ini, dimanakah letak “kemuliaan” sang Tuhan?



PENEBUSAN DOSA ADALAH DOGMA YANG TIDAK BENAR


Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berdosa. Semua anak manusia yang dilahirkan ke dunia adalah suci dan bebas dari segala dosa dan karenanya tidak memerlukan siapa pun sebagai penebus dosa.
Tuhan tidak pernah meminta balasan apa pun untuk mengampuni dosa manusia.

Bagaimanakah bisa, kita diciptakan oleh-Nya tetapi justru kita tidak melakukan apa yang pencipta kita mau seperti berbuat kebaikan, menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, beribadah kepada-Nya, dlsb?



mengapa saya bisa berkata demikian?? cth: seorang penjahat yang sudah mengakui Yesus sebagai tuhan, tiba2 harus mati mendadak saat melakukan kejahatan, lalu apakah Yesus juga akan menebus dosa penjhat tersebut dan memasukan penjahat terebut kedalam kerajaan Sorga?



3. Dalam berbuat Dosa, manusia tidak merugikan Tuhannya, melainkan merugikan dirinya sendiri, mengapa?? karena kita yang butuh Tuhan, bukan Tuhan yang butuh kita, dengan ide penebusan dosa, maka menggambarkan Tuhan yang butuh hamba-Nya.



Kristen semenjak lahir sudah di dogmakan bahwa dengan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka ia akan mendapatkan surga. Dengan kata lain, dengan melakukan kebaikan ataupun tidak selama seorang manusia itu hidup di dunia, maka tidak ada gunanya, karena seorang kristen sudah pasti dijamin masuk kerajaan Surga.



TIDAK ADA DOSA WARIS DAN PENEBUSAN DOSA

Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi dan rasul-Nya pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia,



[Yehezkiel 18:20] "Jiwa yang berdosa itulah yang harus mati. Anak tidak akan menanggung kesalahan ayah, dan ayah tidak akan menanggung kesalahan anak. Kebenaran orang benar tetap pada dirinya sendiri, dan kefasikan orang fasik tetap pada dirinya sendiri."



[Ulangan 24:16] "Seorang ayah tidak boleh dihukum mati karena anaknya, dan seorang anak tidak boleh dihukum mati karena ayahnya."



SETIAP MANUSIA HARUS DIHUKUM MATI KARENA DOSANYA SENDIRI

[Matius 16:27] "Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya dengan disertai para malaikat-Nya. Pada saat itu Ia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya."



[Yeremia 31:29-30] "Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu."



[2 Tawarikh 25:4] "Tetapi anak-anak mereka tidak dihukumnya mati; hal itu sejalan dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci Taurat yang disampaikan Allah melalui Musa. Di situ ALLAH memberi perintah: “Ayah tidak boleh dihukum mati karena anaknya, dan anak tidak boleh dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.”



Lalu dari manakah datangnya ide penebusan dosa ini?



TOKOH DI BALIK IDE PENEBUSAN DOSA

Menurut sejarah, tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, ahli Taurat dan Falsafah.



Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal dari suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel. Meskipun ayah Paulus tinggal di negeri asing ia tetap melaksanakan hukum Taurat dengan cermatnya. Di zaman itu, kota Tarsus merupakan kota dagang yang penting dan ramai karena sebagai kota perlintasan dari Timur ke Eropa dan begitu juga dari Eropa ke Timur maka akan melawati Tarsus juga.



Saat itu di kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejumlah kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang sangat digemari oleh orang-orang Yunani. Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebudayaan Yunani terutama pelajaran filsafat Yunani. Dengan demikian terkumpullah pada dirinya dua pengaruh, pertama pengaruh didikan hukum Taurat dari keluarga Yahudinya, kedua pengaruh kebudayaan Yunani yang berpengaruh luas di masyarakat kala itu.



Secara sadar atau tidak, sebenarnya Paulus mengakui bahwa dirinya telah berdusta.



[Korintus I: 9:21] "Berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang Yahudi, dan berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika."



[Rum 3:7] "Tetapi jika oleh karena kebohonganku, kebenaran Allah menjadi semakin nyata sehingga kemuliaan-Nya bertambah, mengapa aku masih juga dihakimi sebagai seorang pendosa?



Ya benar, Pauluslah yang mengakal-akali ajaran Yesus dan dirubahnya sedemikan rupa, dan Paulus lah pendusta hebat yang berada di balik ide-ide menyimpang dalam keimanan keristen termasuk ide penebusan dosa. Dan celakanya, kebohongannya itu pun terus berlanjut.



Yesus tidak pernah bertemu paulus apalagi menitipkan risalah ang dibawanya kepada Paulus. melainkan hanya akal-akalan paulus,



[Galatia, 1:15-16] “Tetapi waktu ia (Yesus) yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunianya berkenan menyatakan anaknya di dalam aku.”



Mukjizat apakah yang paulus punya? tidak ada satupun mukjizat yang dilakukan paulus yang tercantum dalam Alkitab



[2Kor, 12:12] “Segala sesuatu yang membuktikan bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”



Tidak ada satupun ayat di Alkitab tentang Yesus yang mengatakan bahwa dia datang untuk menebus dosa manusia, kecuali akan ditemukannya ayat karangan Paulus dan pengikutnya tentang dogmatika ide penebusan dosa ini.



IDE PENEBUSAN DOSA CUMA OMONG KOSONG!

Kristen percaya bahwa Keselamatan diperoleh hanya melalui Yesus, dengan mengakui Yesus sebagai Tuhan maka dosa akan tertebus dan karenanya kita pun akan masuk kekerajaan sorga.



[Kisah 4:12] Tidak ada keselamatan melalui seorang lain pun, karena di kolong langit ini tidak ada satu nama lain pun yang diberikan kepada manusia sehingga melalui nama itu kita dapat diselamatkan.



[Yoh 3:16] Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia menganugerahkan Sang Anak yang tunggal itu, supaya setiap orang yang percaya kepada Sang Anak tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.



[Yoh 8:24] Tadi Aku mengatakan kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu, karena jika kamu tidak percaya bahwa Aku adalah Dia, maka kamu akan mati dalam dosamu.



Dari penggambaran ayat di atas, jelas kristen sudah dijamin bakal masuk sorga. Dapatkah anda menyimpulkan pertanyaan, atau apakah anda tidak punya pertanyaan untuk itu?



SANGGAHAN

[Matius 5: 21-22] Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.



SIAPAKAH YANG AKAN DICAMPAKKAN KE DALAM NERAKA?

[Galatia 5:19] Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.



[Wahyu 21:8] Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”



[Markus 9:43-46] Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]



Tentu ayat-ayat diatas akan membantah bahwa siapa yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat akan masuk kesorga. Tapi bagaimana cara perhitungan amal perbuatan manusia itu sendiri kelak?



APA SEBAB DOGMA PENEBUSAN DOSA ADALAH OMONG KOSONG?

Ketika seorang kristen yang selalu melakukan kejahatan di dunia, kemudian ia harus mati mendadak saat tengah melakukan kejahatan, maka ia AKAN TETAP MASUK SURGA, karena selama hidupnya ia sudah mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Ini Jaminannya.



Tapi tatkala kita membaca kembali ayat pertentangan diatas dalam Galatia 5:19 dan yang lainnya, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”, DISINILAH LETAK OMONG KOSONG PENEBUSAN DOSA!



Maka kelak orang kristen pun akan masuk neraka. Jadi, percuma dalam hidupnya jika seorang kristen sudah mengakui Yesus sebagai juru selamat jika ia masih melakukan perbuatan seperti yang digambarkan dalam ayat di atas. Dan sia-sialah penyaliban Yesus tersebut.



Sebenarnya Yesus tidak mengajarkan ide penebusan dosa, melainkan hanya akal-akalan sang rasul palsu yang selalu mengotak atik ajaran Yesus. Jika ide penebusan dosa itu tidak ada, maka seharusnya ayat-ayat di atas tidaklah bertentangan karena yang jahat tetap masuk neraka, yang baik masuk kerajaan sorga, TETAPI karena rasul palsu sudah mendogmakan ide penebusan Dosa tersebut, maka jadi saling bertentanganlah ayat-ayat di atas, dan pengikut kristen pasti masuk neraka juga pada akhirnya!



Jadi, masih percaya bahwa hanya dengan mengakui Yesus sebagai juru selamat, maka kalian akan masuk surga? Silahkan pikirkanlah kembali masak-masak.



Ini adalah dogma yang dipaksakan, dan membuat ajaran Yesus menjadi tidak adil terhadap orang-orang baik, jika yang jahat pun tetap masuk surga. Yesus tidak salah, melainkan rasul palsunyalah yang mengajarkan demikian. Makanya, jika dilihat ajaran Yesus banyak yang bertentangan karena yang seharusnya baik menjadi tidak baik gara-gara oknum rasul tersebut. Dan banyaknya pertentangan-pertentangan ajaran lainnya yang menjadi tidak rasional gara-gara ulah rasul palsu yang menotak-atik ajaran Yesus, sang nabi mulia.



Persis seperti yang disebutkan ayat ini:

[Roma 3:7] Tetapi jika oleh karena kebohonganku, kebenaran Allah menjadi semakin nyata sehingga kemuliaan-Nya bertambah, mengapa aku masih juga dihakimi sebagai seorang pendosa?



Dengan dijaminnya seorang kristen masuk surga, maka akan banyak kita jumpai perilaku menyimpang dari seorang kristen, seperti nikah dengan binatang, pendeta homoseksual, gemar mabok-mabokan, seks bebas, seolah-olah orang kristen hanya hidup di dunia untuk bersenang-senang saja. Mereka terlanjur percaya kebohongan bahwa setelah kehidupannya berakhir nanti, sudah pasti akan masuk sorga. Makanya seorang kristen bebas melakukan apa pun yang ia maui sungguhpun itu menyimpang dari ajarannya.



PENEBUSAN DOSA vs PENGAMPUNAN DOSA

Penebusan dosa sudah kita bahas diatas. Sekarang saya coba sajikan sedikit tentang pengampunan dosa dari Allah S.W.T. Tentu Penebusan dosa dengan pengampunan dosa BEDA.



Penebusan dosa adalah SUDAH PASTI DOSA DI TEBUS DAN MASUK SURGA entah pun seseorang itu gemar berbuat baik atau jahat, tetapi pengampunan dosa adalah, perlunya interaksi antara Hamba dengan penciptaNya dengan cara berdoa, memohon, beribadah, melakukan apa yang diperintahNya dan menjauhi apa larangan-Nya. Ini lah konsep yang benar. Jad,i tidak hanya serta merta sebuah dosa itu terhapus. Apakah seorang muslim dirugikan dan akan masuk neraka? Tidak, karena setiap orang memang harus berlomba-lomba berbuat kebaikan, setiap muslim harus menanggung dosanya sendiri-sendiri, apa yang di tabur itulah yang dituai. Dan perhitungannya kelak akan dihitung seadil-adilnya. Allah Maha pengampun, tidak perlu repot-repot turun ke dunia, disalib, dicela dan harus menebus dosa pula.



Tentang ini banyak kita jumpai dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang menyatakan Allah Maha Pengampun, seperti salah satunya,



۞ قُلۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ



Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (53)



وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ (١٣٥)



Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (135)



وَمَن يَعۡمَلۡ سُوٓءًا أَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهُ ۥ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا (١١٠)



Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (110)



Rasulullah S.A.W bersabda:

“Tiada seorang berwudhu, berkumur dan memasukkan air ke lubang hidung dan mengeluarkanya, kecuali keluar pulalah dosa-dosa mulut dan hidung. Dan ketika membasuh muka sesuai perintah Allah, maka lenyaplah dosa yang diperbuat oleh muka bersama tetesan air. Dan ketika membasuh kedua tangan sampai siku, maka lenyap pulalah dosa-dosa jari bersama tetesan air. Dan mengusap setengah kepala, maka lenyaplah dosa dari ujung rambut mengiringi tetesan air. Dan ketika membasuh kedia kaki, maka jatuhlah segala dosa kaki mengiringi tetesan air.” [HR Muslim]



Diriwayatkan dari Aisyah RA: “ Aku bertanya, Ya rasul, bagaimana pendapatmu ketika aku mengetahui bahwa suatu malam itu adalah malam lailatul qadar? Doa apa yang mesti kupanjatkan?” Rasul pun mengucapkan doa: “Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau jualah yang mencintai ampunan, maka ampunilah hamba-Mu.” [HR. Tirmidzi].



“Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah S.W.T akan memberikan taubat kepada kalian.” [Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah]



Dan masih banyak ayat-ayat lain dan hadits lain yang menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Tubat. Di sinilah letak lebih Maha Kuasaa Allah dari Yesus yang harus disalib untuk menebus dosa manusia!



Kelak semua manusia akan dihitung sesuai amal dan perbuatannya masing-masing dan seadil-adilnya,



لَّقَدۡ أَحۡصَٮٰهُمۡ وَعَدَّهُمۡ عَدًّ۬ا (٩٤) وَكُلُّهُمۡ ءَاتِيهِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ فَرۡدًا (٩٥)



Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (94)

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (95)



وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ لِيَجۡزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِىَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى (٣١)



Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik [surga]. (31)



Jalan menuju Surga itu dipenuhi oleh segala sesuatu yang tidak disukai (oleh manusia), Sedangkan Jalan menuju Neraka selalu dipenuhi dgn segala kenikmatan syahwat [Shahih Muslim : 8/142 - 143, Shahih At Tirmidzi: 2559]



Jadi, apakah pengikut kristen mau menerima begitu saja ide penebusan dosa yang sebenarnya hanya omong kosong belaka, dan merupakan akal-akalan sang rasul palsu? Apakah benar dengan tidak berbuat apa-apa maka seorang kristen berhak masuk kerajaan sorga? Atau apakah benar hanya dengan tidak melakukan apa-apa, dosa kalian pasti tertebus? Tentunya hal ini patut dipertanyakan kembali kepada diri sendiri.



Sadarilah, tidak ada seorang pun orang kristen yang banyak melakukan kejahatan akan masuk kerajaan sorga berdampingan dengan orang kristen yang selalu melakukan perbuatan baik. Itu tidak akan terjadi! Sebab ini jelas-jelas mendefinisikan ajaran Yesus yang menggambarkan bahwa sifat Tuhan sungguh jauh dari Maha Adil. Dan jika demikian adanya, kelak kerajaan sorga akan dipenuhi oleh orang-orang berdosa seperti ayat berikut ini:



[Matius 21:31] Yang manakah dari kedua anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, ‘Yang tertua.’ Kata Yesus kepada mereka, “Yakinlah, para pemungut pajak dan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.




Silahkan Renungkan.

team FBI (Facebook Biblika Indonesia)